Senin, 26 Mei 2014

    Tuhan, seandainya aku bisa memilih untuk tidak lahir di keluarga yang perekonomiannya pas-pasan, aku juga tidk mau Tuhan, tpi smuanya Engkau lah yang mengaturnya, aku hny pemeran skenario Mu didunia ini, dan aku juga tidak ingin menjadi anak yang tidak tau bersyukur atas apa yang aku punya saat ini. Tapi Tuhan kenapa begitu sulit hidup yang aku jalani saat ini, banyak rintangan yang aku jalani, aku merasa jatuh dan tak bisa merdiri lagi, tolong aku Tuhan, beri aku kedewasaan dalam berfikir. Sempat aku berfikir untuk berhenti sementara kuliah, hanya untuk mencari dana untuk TA, ku, namun Tiuhan Engkau slalu memberiku yang terbaik,

    Aku slalu bertentangan dengan nanguda, aku slalu salah dalam bertindak, aku harus apa Tuhan agar aku bisa benar dalam  bertindak, satu hal yang susah aku rubah, sifat malas ku, yang slaalu menunda-nunda pekerjaan ku,
Tuhan aku ingin mempunyai hati yang baik, disenangi sama semua orang, namun Tuhan bagaimanakah caranya agar aku bisa seperti itu?
Tuhan.... boleh kah aku meminta lebih dariMu? aku ingin menjadi seseorang yang sukses, kaya dan dapat membahagiakan seluruh keluarga ku, tanpa aku harus sakit2 dulu untuk mencapai semua itu. Meski aku atau itu semua tidak bisa tercapai tanpa ada pengorbanan, tidak segampang yang ada dalam pikiran ku.
Aku ingin kuliah ku cepat kelar dan selesai, agar aku cepat bisa bekerja dan membantu orang tua ku, jadikan aku menjadi seorang yang jujur dalam hal apapun itu,

Selasa, 06 Mei 2014

Kenapa

Terinspirasi dari diri sendiri,

Aku suka bangat mengarang puisi, tapi terkadang aku megungkapkan nya hanya di buku diary ku, saat akua merasa senang, sedih, bahagia, atau patah hati, pasti aku mengekpresikannya di dalam puisi.
jadi ini adalah salah satu puisi ku, gak tau deh bagus atau gak, yang pasti ini adalah mewakili perasaan ku saat ini.

Kenapa

Seperti bunga mawar
Bunga yang indah
wangi semerbak harumnya
namun mempunyai duri

     kata-katamu indah 
     meluluhkan hatiku
    hingga aku terlena
    aku melayang bagaikan berada di awan

terbang tinggi memandangi 
indahnya pernak-pernik langit
membuatku ingin menggeggakm dunia
namum semuanya hilang 

    hilang karena kecewa
    semua itu hanya sandiwara
   kenapa, kenapa, kenapa
   kamu tega mengancurkan keindahan itu